Karyawan mengamati indeks harga saham gabungan (IHSG) di galeri monitor PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (21/2/2014). IHSG masih naik 0,72% menjadi 4.631,25 pada akhir sesi sore I. Sepanjang perjalanan, indeks bergerak di kisaran 4.613,89-4.632,34. Dari 489 saham yang diperdagangkan, sebanyak 180 saham menguat, 54 saham melemah, dan 255 saham stagnan. (Endang Muchtar / JIBI / Bisnis)

Solopos.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan atau IHSG sempat melonjak di sesi pertama perdagangan saham Senin (15/6/2020), tetapi berbalik turun di sesi perdagangan II.

Pergerakan IHSG naik dan turun tidak lepas dari dampak surplus laporan perdagangan Indonesia dan dampak melemahnya pasar Asia.

Di awal pembukaan pasar IHSG langsung meroket dan menembus level 4.900. Kemudian indeks bergerak naik dan turun dan bisa menyentuh level tertinggi hari ini di 4,918,05 dan level terendah di 4880,35.

Siklon Sepeda Buruk Meninggal di Selokan Kulonprogo, Kelelahan Nanjak Diduga

Sampai akhirnya pada penutupan sesi perdagangan I, CSPI mengakhiri langkahnya di 4.877,34. Sedikit terkoreksi 2,01 poin atau 0,06 persen dibandingkan dengan posisi semula.

Namun, memasuki sesi kedua perdagangan saham, CSPI kembali turun. Pukul 14.37 WIB, IHSG parkir di 4.817,9. Turun 1,27 persen dibandingkan dengan pembukaan perdagangan.

Secara sektoral, semua sektor yang hijau mulai merosot di akhir sesi I. Koreksi terdalam dialami oleh sektor keuangan yang turun 1,13 persen.

Neraca Perdagangan Mungkin Melebihi Tapi Tidak Menarik, Mengapa?

Diikuti oleh sektor properti yang turun 0,46 persen dan sektor pertambangan yang terkoreksi 0,36 persen.

Saham-saham perbankan besar anjlok. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) blush on kompak. Pada akhir sesi I, masing-masing telah mengoreksi 1,98 persen, 1,64 persen dan 1,15 persen.

Mereka bertiga juga menempati posisi teratas dalam daftar saham yang paling banyak diperdagangkan, dengan jual asing bersih sebesar Rp65,1 miliar (BBRI), Rp28,8 miliar (BMRI) dan Rp20,2 miliar (BBCA).

4 Covid-19 Pasien di RSAS Bagas Waras Klaten Heal

Orang Asing Beli Saham Telkom Indonesia

Meski begitu, daftar jual bersih top masih ditempati oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. yang terjual mencapai Rp126,8 miliar.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan bahwa pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hijau pada awal perdagangan adalah apresiasi pasar terkait kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mulai membuka mal.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menghargai kinerja neraca perdagangan May yang melampaui harapan. Neraca perdagangan mengalami surplus signifikan US $ 2,09 miliar, yang membantu memberikan sentimen yang baik.

Pasien Sembuh Covid-19 di Sukoharjo Mencapai 50, Hampir Setengah dari Grogol

Meski begitu, IHSG jatuh lagi karena sebagian besar indeks saham di Asia terkoreksi karena kekhawatiran gelombang kedua Covid-19.

Ditambah dengan berbagai data ekonomi makro China yang berada di bawah ekspektasi pasar. "Kemudian IHSG dipengaruhi oleh efek domino negatif dari ini," kata Nafan Bisnis.comSenin

Others Goes Down to Class, 163.146 Peserta Kesehatan BPJS Memilih Kelas

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 12:30 Waktu Indonesia Barat, bursa di Asia terlihat memerah. Indeks Nikkei 225 di Tokyo kehilangan 2,42 persen, sedangkan KOSPI turun 1,78 persen.

Demikian juga, di Cina, indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,65 persen dan Shanghai Composite Index turun 0,50 persen. Indeks Strait Times Singapura bahkan turun 2,30 persen.

Posting Had Melambung, IHSG Jatuh Lagi Karena Bursa Efek Asia muncul pertama kali di Solopos.com.