Hasil awal dari investigasi menunjukkan runtuhnya gedung BEI karena kegagalan kinerja koneksi gantungan.

Solopos.com, JAKARTA – Pemerintah masih menyelidiki penyebab runtuhnya koridor lantai Mezannine di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower II. Namun, kecurigaan sementara adalah bahwa kinerja koneksi gagal pada PC-Strand.

Direktur Jenderal Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Syarif Burhanuddin mengatakan kegagalan kinerja bersama pada PC-Strand sebagai gantungan karena tidak mencapai kekuatan tarikan (ketegangan) minimal pada PC-Strand. Itu menyebabkan penguncian baji / baji di sistem jangkar menjadi tidak optimal. "Ini masih penyelidikan lebih lanjut," katanya, Jumat (26/1/2018).

Sistem struktur lobi menggunakan struktur gantung dengan 3 PC-Strand independen, masing-masing dilengkapi dengan End-Socket. Sambungan batang baja dengan balok / dinding pada struktur utama dipasang menggunakan 4 baut (Dynabolt).

"Pada saat runtuh struktur menjadi cantilever tiba-tiba, yang sistem tidak dapat tahan karena pelepasan untai PC di bagian atas," katanya.

Detail gantungan lantai atas menggunakan sistem jangkar yang ditanam pada balok lantai 2 dan koneksi PC-Strand dengan balok lantai atas menggunakan sistem jangkar dengan penguncian baji / beji.

Syarif menyarankan pemilik dan pengelola Gedung BEI untuk melakukan pemeriksaan keandalan struktur Selasar di Menara I, Gedung BEI, dengan tujuan memeriksa kesesuaian fungsi lorong untuk memastikan keamanan pengguna bangunan.

Dia mengatakan akan melakukan tes untuk bukti ilmiah terkait dengan perilaku sistem penguncian untai PC. "Kami akan melakukan perbaikan pada SNI yang mengatur penggunaan untai PC dengan kuncinya pada sistem konstruksi," katanya.

Posting Runtuhnya Lobby Building IDX sebagai akibat dari koneksi gagal koneksi pertama kali muncul di Solopos.com.