JawaPos.com – Perusahaan kontraktor milik negara PT PP Tbk (PTPP) mengumumkan rencana untuk membeli kembali saham (membeli kembali) dari pasar sekunder. Pembelian kembali mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 2 / POJK.04 / 2013 juncto Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 3 / SEOJK.04 / 2020;

Mengutip informasi yang diterima oleh Jawapos.com, Jumat (13/3), sesuai dengan peraturan OJK, perusahaan akan membeli hingga 20 persen saham dari publik. Penerapan membeli kembali dilakukan dari 13 Maret 2020 hingga 12 Juni 2020.

Perusahaan mengalokasikan dana sebesar Rp 250 miliar untuk membeli kembali. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas harga saham dan meningkatkan kepercayaan investor untuk terus berinvestasi di saham perusahaan.

Anggaran membeli kembali tentu tidak akan mengganggu biaya operasi perusahaan. Harga saham PTPP masih dalam posisi undervalue baik dari sisi fundamental maupun berdasarkan rekomendasi dari analis pasar modal.

Informasi tentang kinerja saham PT PP adalah di mana harga saham berada pembukaan awal tahun 2020 sebesar Rp 1.585. Harga saham tertinggi pada tahun 2020 adalah Rp 1.750. Harga rekomendasi analis Rp 2.100. Harga penutupan pada 2 Januari 2020 adalah Rp. 1,610

Sementara Harga Penutupan per 12 Maret 2020 adalah Rp 785 atau turun 55,14 persen di bawah harga tertinggi, dan turun 51,24 persen di bawah harga penutupan pada awal tahun.