JawaPos.com – Pasar saham Indonesia kembali tidak bergerak pada awal perdagangan pada hari Rabu (18/3). Namun pada menit kedelapan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung turun 3,58 persen atau 159 poin menjadi 4.297. IHSG telah menyentuh level tertinggi di zona hijau 4,473.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, sebanyak 52 perusahaan terdaftar naik, 172 terdaftar turun, dan 68 terdaftar stagnan. Semua sektor bergerak lebih lemah.

Kelemahan terdalam adalah industri dasar sebesar 5,24 persen, konsumen turun 3,38 persen, manufaktur turun 4,15 persen, dan keuangan melemah 3,92 persen menjadi 970.

Kemudian sektor perkebunan melemah 2,14 persen, berbagai industri turun 4,92 persen, sektor pertambangan melemah 2,29 persen, properti melemah 2,27 persen, infrastruktur melemah 3,94 persen, dan perdagangan melemah 1,33 persen. Analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, secara teknis, indikator MACD menunjukkan sinyal negatif, sementara indikator Stochastic dan RSI mulai menunjukkan kondisi jenuh jual.

"Ada pola bar ke bawah yang menunjukkan potensi kelanjutan bearish dalam pergerakan IHSG, sehingga indeks memiliki peluang untuk pergi ke area support," kata Nafan, di Jakarta, Rabu (18/3).

Sementara itu, analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya mengatakan, CSPI masih berpotensi untuk terus melemah, karena kondisi pasar global dan regional berada di bawah tekanan.

"Target level support dan resistance adalah 4.226-4.634," katanya.

William menambahkan, tekanan pada IHSG juga dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar rupiah, yang sejauh ini telah menjadi sentimen negatif. "Hari ini CSPI berpotensi melemah," katanya.