JawaPos.com – Memasuki sesi kedua perdagangan pasar saham, Senin (23/2), Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk melakukan pembekuan sementara perdagangan (penghentian perdagangan). Ini adalah penghentian perdagangan keempat yang dilakukan oleh otoritas bursa karena gejolak di pasar saham yang turun lima persen dalam satu hari perdagangan wabah Covid-19.

"Kami dengan ini memberi tahu Anda bahwa hari ini, Senin, 23 Maret 2020 telah terjadi penangguhan sementara perdagangan (perdagangan dihentikan) pada sistem perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada 14:52:09 Waktu JATS dipicu oleh penurunan Komposit Indeks Harga Saham (CSPI) mencapai 5 persen, "pengungkapan informasi terdengar di halaman idx.co.id.

Selanjutnya, kata dia, hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024 / BEI / 03-2020 tanggal 10 Maret 2020 tentang Perubahan Atas Pedoman Kelanjutan Perdagangan di Indonesia. Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat. Perdagangan akan dilanjutkan pada 15:22:09 waktu JATS tanpa mengubah jadwal perdagangan.

Perdagangan hari ini dibuka di level 4.194,94. Indeks komposit terus jatuh, hingga lima persen atau 209,86 poin mencapai level 3.985,07 ketika perdagangan berhenti.

Sepuluh sektor saham minus, dengan sektor properti memimpin penurunan (turun 5,86 persen), diikuti oleh sektor manufaktur (turun 5,82 persen). Setelah itu ada industri dasar (turun 5,77 persen), manufaktur (turun 5,65 persen), berbagai sektor infrastruktur (turun 5,55 persen), sektor keuangan (turun 5,12 persen), sektor perdagangan (turun 4,03 persen), sektor pertanian (turun 3,52 persen) persen), sektor properti (turun 3,92 persen), dan sektor pertambangan (turun 1,61 persen).