JawaPos.comJumlah Investor Pasar Modal Tetap Tumbuh Meski Dihantam Covid-19 – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa sejak awal tahun hingga saat ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 18,3 persen. Penurunan ini sebagai respons pelaku pasar menanggapi pandemi Covid-19.

“Ini terjadi di bursa saham global tahun ini,” kata Direktur Utama Inarno dalam konferensi pers virtual, Senin (10/8).

Inarno menyampaikan penurunan IHSG lebih dalam dengan level terendah pada 24 Maret 2020 yang turun -37,5 persen ke posisi 3.937. Namun pada 7 Agustus 2020, IHSG kembali menguat 30,6 persen sejak level terendah berada di 5.143.

Meski begitu, lanjut Inarno, sentimen Covid-19 tidak mengurangi minat perseroan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal dengan melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO). Sejak awal tahun, sudah ada 35 emiten baru. Sehingga total emiten menjadi 699 emiten.

Jumlah Investor Pasar Modal Tetap Tumbuh Meski Dihantam Covid-19

“Meski diwarnai dengan Covid-19, hingga pekan lalu kami memfasilitasi 34 perusahaan baru. Saat ini ada tambahan 35 perusahaan. Ini tertinggi di ASEAN selama 3 tahun berturut-turut,” ujarnya.

Inarno menambahkan, pencapaian lain yang diraih pasar modal Indonesia adalah jumlah investor tumbuh tiga kali lipat menjadi 3,02 juta investor pasar modal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat jumlah investor pasar modal mengalami peningkatan.

Jumlah single investor identifikasi (SID) yang tercatat saat ini mencapai 3.458.417 SID. Terdiri dari 995.256 investor saham SID, 2.190.942 reksa dana SID, dan 272.219 SID Surat Berharga Negara (SBN).

Namun, terjadi penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB). Sejak 2 Januari 2020 hingga 6 Agustus 2020, total NAB reksa dana turun 4,84 persen dari Rp 570,51 triliun menjadi Rp 542,88 triliun.

Poker Pulsa