JawaPos.com – Pasar saham Indonesia saat ini terpukul sangat keras sebagai akibat dari pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengumumkan bahwa virus korona telah menjadi pandemi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kesulitan bernapas hingga beberapa kali mengalami penghentian perdagangan atau penghentian perdagangan saham karena turun cukup dalam.

Direktur Utama BEI Inarno mengimbau para investor untuk bijak dalam berinvestasi. Dia mengatakan, investor perlu berpikir realistis saat ini karena sebagian besar harga saham telah jatuh sangat dalam.

"Kami ingin investor di sini melihat situasi secara realistis. Saatnya berbelanja. Dari ROE (Return On Equity) kami sangat tinggi," katanya di gedung Bursa Efek Jakarta, Jumat (13/3).

Inarno menjelaskan, tidak hanya pasar saham di dalam negeri, tetapi hampir semua bursa di negara tetangga juga mengalami hal yang sama. Dengan demikian, pihaknya sebagai regulator telah menerapkan beberapa kebijakan seperti pelarangan shortelling dan mengubah kebijakan auto-rejection.

"Ini agar setidaknya investor tidak akan menjual. Karena jika kita melihat lebih dalam, itu memalukan jika dijual dengan harga ini. Investor harus rasional, jangan ikut panik, kami tidak & # 39; panik. 39; t berbicara tentang protokol krisis, tetapi kami akan memiliki pengembalian global, "katanya.

Inarno menambahkan, dalam situasi saat ini, pihaknya berkoordinasi dengan sesama regulator untuk mengambil langkah bersama dalam menekan melemahnya pasar modal.

"Kami sering memenuhi persyaratan ini sekarang. Kami selalu memiliki ukuran, ketika kami melakukannya, tujuannya sama, jadi kami tidak satu sisi, jual semuanya. Agar investor tidak panik karena teman-temannya menjual, kami menyediakan waktu yang cukup sehingga investor sadar akan situasi tersebut, "pungkasnya.

Tonton video menarik berikut: