JawaPos.com – Pasar saham minggu ini masih mengamati fluktuasi harga minyak dunia dan menangani virus pandemi Covid-19. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan memiliki peluang untuk memperkuat konsolidasi.

Direktur Utama Mega Investama, Hans Kwee menjelaskan, merefleksikan sentimen pekan lalu, Arab Saudi dan Rusia mengatakan mereka siap untuk mengambil langkah-langkah tambahan untuk menstabilkan pasar minyak. Rusia sedang mencari opsi untuk mengurangi produksi dan mungkin membakar minyaknya sendiri.

Kuwait mengatakan telah mulai memotong pasokan minyak untuk pasar internasional menjelang 1 Mei ketika OPEC plus kesepakatan pengurangan produksi diberlakukan. Tetapi produksinya tidak banyak berubah dari bulan Maret hingga sekarang.

Pasar minyak mentah telah menguat pada akhir pekan setelah Presiden AS Donald Trump menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk menembak dan menghancurkan semua kapal perang Iran yang melakukan gangguan di Teluk. Komandan Pengawal Revolusi Iran mengatakan Teheran akan menghancurkan kapal perang AS jika keamanannya diancam di Teluk.

"Penurunan harga minyak yang dalam merupakan indikasi pelemahan ekonomi dan ancaman resesi global. Ini telah menyebabkan penurunan aset berisiko termasuk saham," jelasnya, Senin (27/4).

Selain itu, melaporkan bahwa obat anti-virus eksperimental untuk virus Covid-19 gagal dalam uji klinis acak pertama yang menjadi sentimen pasar negatif. Itu menghantam optimisme untuk akhir pandemi Covid 19.

"Financial Times melaporkan dari dokumen-dokumen yang secara tidak sengaja diterbitkan oleh WHO yang menyatakan bahwa obat remdesivir Gilead Sciences tidak memperbaiki kondisi pasien atau mengurangi patogen virus corona dalam aliran darah pasien." Hasil ini datang dari uji klinis di China, tetapi Gilead mengatakan penelitian dihentikan lebih awal karena rendahnya jumlah pendaftar, "katanya.

Sementara itu, pasar saham domestik telah menguat sebagai katalis positif di bidang perpajakan. Direktorat Jenderal Pajak di Kementerian Keuangan mengatakan akan memberikan tarif PPh 17 persen pada pajak perusahaan untuk perusahaan yang go public. Peraturan saat ini termasuk tarif Pajak Penghasilan Badan sebesar 25 persen. Tarif pajak penghasilan badan untuk perusahaan secara keseluruhan akan berkurang menjadi 22 persen pada tahun 2020 dan 2021.

Selanjutnya, pada tahun 2022 tarif Pajak Penghasilan Badan akan turun hingga 20 persen. Insentif pajak mengacu pada Perppu No. 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Penyakit Virus Corona (Covid-19).

"IHSG memiliki peluang untuk memperkuat dengan konsolidasi dukung di level 4.441 hingga 4.317 dan perlawanan di level 4.669 hingga 4.975. Lakukan pembelian ketika pasar mengalami koreksi, "pungkasnya.