JawaPos.com – Idul Fitri tahun ini terasa berbeda. Tidak ada kumpul-kumpul fisik, yang biasa dilakukan orang di tahun-tahun sebelumnya.

Wabah Covid-19 yang berlangsung selama sekitar tiga bulan membatasi kegiatan masyarakat. Kegiatan belajar mengajar, bekerja, berbelanja berbeda. Bahkan dengan keramahan, tradisi yang biasa kita lakukan saat merayakan 1 Syawal.

Dampak Covid-19 tanpa pandang bulu. Inarno Djajadi, Managing Director (Managing Director) Bursa Efek Indonesia (BEI), merasakan suasana yang berbeda di Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini.

Untuk JawaPos.com, Inarno mengatakan dia hanya merayakan Idul Fitri kali ini dengan keluarga intinya di rumah. Meski kakinya tidak bisa melangkah, mengunjungi kerabat dan kerabatnya, Inarno mengaku tetap berhubungan secara virtual.

"Kali ini saya berjanji untuk menggunakan zoom. Kami virtual. Jadi, ada rapat obrolan," dia mengontak JawaPos.com, beberapa waktu lalu.

Inarno mengakui, biasanya ada tradisi yang dilakukan bersama saudara dan keluarga besar saat Lebaran. "Jadi, saudara perempuan saya ada di Amerika, ada seseorang di Jogja, kami biasanya berkumpul di tempat orang tua. Jadi, saudara perempuan dari Amerika, kami bertemu dari Jogja (di rumah orang tua)," katanya.

Namun, karena wabah virus korona ini, tradisi harus ditunda. "Biasanya bawa setiap makan, makan bersama." Sekarang ini virtual, "jelasnya.