JawaPos.com – Perdagangan saham Indonesia hari ini diperkirakan akan melanjutkan tren pelemahannya, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,61 persen menjadi 4.466.

Analis Indosurya Sekuritas William mengatakan, potensi penurunan masih akan terlihat dalam pergerakan IHSG hingga beberapa waktu ke depan. Ini karena sentimen pasar regional dan global dan tekanan pada harga komoditas masih akan memberikan sentimen negatif terhadap pola pergerakan IHSG.

"Hari ini, IHSG berpotensi melemah," katanya di Jakarta, Kamis (2/4).

Menurutnya, potensi kenaikan yang telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir masih merupakan rebound teknis yang juga disertai dengan tekanan yang tampaknya terus berlanjut hingga penutupan perdagangan kemarin,

"CSPI hari ini sekitar 4.108 – 4.555," pungkasnya.

Sementara itu, analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, jika dilihat secara teknis, sejauh ini indikator MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif, sementara indikator Stochastic dan RSI berada di area netral.

"Ada pola candlestick bearish piercing line yang menunjukkan potensi koreksi lebih lanjut dalam pergerakan IHSG, sehingga indeks kemungkinan akan pergi ke area support," kata Nafan, di Jakarta, Kamis (2/4).

Berdasarkan rasio Fibonacci, saat ini support pertama dan kedua IHSG berada di level 4.397 dan 4.304, sedangkan resistance pertama dan kedua berada di 4.529 dan 4.697.