JawaPos.com – Perusahaan pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) hari ini, Selasa (31/3) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi emiten ke-19 tahun ini. Perusahaan yakin mengambil langkah di pasar modal di tengah wabah virus korona Covid-19.

Ada 775 juta saham baru atau sama dengan 15,12 persen dari Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Perusahaan setelah IPO. Saham baru itu ditawarkan dengan harga saham Rp 120 persen, sehingga mereka akan mendapat dana segar Rp 93 miliar.

Seiring dengan IPO ini, perusahaan juga menyediakan alokasi tetap 22.639.400 saham kepada karyawan Perusahaan dan Entitas Anak (Program ESA). Tujuannya adalah untuk memberikan insentif dan meningkatkan kepemilikan karyawan terhadap perusahaan dan memotivasi karyawan untuk bekerja lebih keras untuk mendukung operasi dan ekspansi perusahaan. Saham dalam Program ESA ini dikunci selama 2 (dua) tahun.

Direktur Utama Perusahaan, Yahya Taufik mengatakan, terlepas dari kondisi global, regional dan domestik yang tidak dalam kondisi kondusif karena ancaman virus korona (Covid-19), proses pembuatan buku dan penawaran publik telah berjalan dengan lancar . "Antusiasme publik yang tinggi terhadap IPO perusahaan menunjukkan kepercayaan dan ekspektasi publik yang tinggi terhadap pasar modal secara umum dan khususnya pada prospek bisnis Perusahaan," katanya, Selasa (31/3).

Perusahaan akan menggunakan sekitar 49,78 persen dana segar yang diperoleh untuk mendanai kebutuhan belanja modal Anak Perusahaan, untuk meningkatkan kapasitas produksi. "Pengeluaran modal yang dimaksud mencakup pembelian mesin produksi, mesin pendukung termasuk instalasi dan konstruksi serta perbaikan dan pemeliharaan fasilitas pendukung dari pihak ketiga," katanya.

Sedangkan 50,22 persen sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perusahaan dan Entitas Anak. Selama 2019, perusahaan memperkirakan bisa mencatat penjualan sebesar Rp 1,28 triliun (tidak diaudit) atau tumbuh 6,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba bersih berada di kisaran Rp 95,80 miliar (tidak diaudit), atau tumbuh sebesar 11,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain dapat mendaftarkan sahamnya di Papan Utama, saham SAMF juga termasuk dalam Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh OJK.

Sebab, selain aktivitas bisnis yang tidak melanggar ketentuan dalam kriteria efek syariah, manajemen risiko juga kuat tercermin dalam rasio utang yang rendah. Pada 30 September 2019, rasio hutang berbunga perusahaan hanya 0,95 kali.

Perusahaan saat ini mencakup perusahaan perkebunan nasional, baik swasta maupun pemerintah, hingga lebih dari 500 pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia. Perusahaan saat ini memiliki 3 Anak Perusahaan dengan 5 pabrik yang tersebar di Jawa Timur, Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah untuk mendukung kegiatan produksinya.