Cara Memilih Saham Berkualitas

Cara Memilih Saham Berkualitas di Bursa Efek Indonesia – Tujuan utama seorang investor saat bermain di Pasar Modal adalah untuk menghasilkan banyak keuntungan atau keuntungan. Itulah sebabnya Investor Pemula harus dapat menganalisis dan melihat sendiri laporan keuangan emiten yang telah terdaftar di BEI sebelum mulai terjun ke dalam investasi.

Menganalisis penerbit adalah langkah bijak sebelum memulai investasi, karena dengan mengandalkan analisis ini Anda dapat menghindari kerugian dari investasi saham. Nah di sini kita akan meringkas bagaimana memilih stok berkualitas yang selalu mendatangkan untung.

Cara Memilih Saham Berkualitas

Langkah pertama yang harus Anda lakukan dalam menemukan stok yang berkualitas adalah:

1. Ketentuan Penerbit

Kondisi Emiten adalah hal yang paling penting dalam memilih stok berkualitas, karena Anda dapat menentukan sendiri apakah Emiten adalah perusahaan berkualitas dalam rekam jejaknya.

Tidak semua emiten atau perusahaan besar dapat menjanjikan saham berkualitas. Itu sebabnya Anda harus mengambil langkah berikutnya, yaitu menganalisis laba bersih emiten atau perusahaan.

2. Menganalisa Penghasilan Emiten

Hal terpenting yang Anda lakukan setelah memeriksa Kondisi Emiten adalah menganalisis pendapatan perusahaan. Anda harus dapat memeriksa statistik dari tahun-tahun sebelumnya.

Anda dapat melihat statistik keseluruhan dari tahun ke tahun yang selalu naik dan tidak menurun. Biasanya suatu perusahaan akan menjual produk atau jasa dengan harga yang semakin meningkat.

Biasanya Emiten dari perusahaan yang berlipat ganda mempertahankan konsistensi mereka dalam meningkatkan laba bersih dan total pendapatan. Jika, sebuah perusahaan yang memiliki statistik pendapatan yang sering berfluktuasi. Jadi dapat dikatakan bahwa Emiten perusahaan berkualitas buruk.

Bagaimana dengan perusahaan yang telah berhasil meningkatkan laba tetapi penjualannya belum naik? Ambil contoh, di Amerika Serikat di mana ada begitu banyak perusahaan yang telah berhasil meningkatkan laba, tetapi penjualan belum naik. Dapat dikatakan bahwa perusahaan memiliki kebijakan Non Penjualan seperti memangkas biaya pemasaran, tenaga kerja, dan sebagainya.

Contoh perusahaan ini adalah perusahaan yang putus asa dan perusahaan yang tidak sehat. Perusahaan yang sehat adalah perusahaan yang bisa mendapatkan angka penjualan dan laba bersih.

Anda juga harus menganalisis aliran modal dari perusahaan yang terdaftar, seperti aliran keuangan untuk kegiatan perusahaan bersama dengan pengeluaran modal.

Jika suatu perusahaan memiliki aliran dana yang baik, tentunya perusahaan akan tetap mendapat keuntungan dari penjualan dan laba bersih.

Jika aliran dana buruk, seperti pemborosan dalam anggaran dan semakin banyak utang yang menumpuk. Jika ini terus berlanjut, perusahaan akan berpotensi runtuh atau bangkrut jika aliran dana sangat buruk.

3. Sejarah Harga Saham

Jika Anda ingin berinvestasi di perusahaan yang telah Anda tentukan, sebelumnya Anda harus mengetahui Riwayar atau Sejarah Harga Saham.

Sejarah harga saham perusahaan juga dapat menentukan apakah perusahaan itu berkualitas atau tidak. Jika harga saham cukup stabil, maka bisa dikategorikan sebagai saham bagus dan bisa untung.

4. Dividen

Tentu saja, satu perusahaan yang baik membagikan dividen tepat waktu kepada pemegang saham dan cenderung naik dari tahun sebelumnya.

Jika sebuah perusahaan mampu menghasilkan keuntungan besar, dan jumlah kapitalis sangat besar dan pembagian dividen tepat waktu dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut adalah salah satu Perusahaan Blue Chip.

Blue Chip adalah saham andalan di Bursa Efek Indonesia yang memiliki angka kapitalis besar dan keuangan yang stabil. Di Bursa Efek Indonesia sendiri, ada banyak perusahaan yang dikategorikan sebagai Blue Chip.

Baca selengkapnya: Mengenal Saham Blue Chip di Bursa Efek Indonesia.

Perusahaan yang dikategorikan sebagai Blue Chip adalah jenis investasi yang paling menguntungkan, tetapi Anda harus siap untuk menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan saham kelas tinggi ini.

Posting Cara Memilih Saham Berkualitas di BEI muncul pertama di Bursa Efek Jakarta.