JawaPos.com – Direktur Perdagangan dan Peraturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI), Laksono W Widodo, mengatakan bahwa sistem bursa saham siap untuk melaksanakan Penawaran Umum Perdana elektronik (e-IPO). Namun, otoritas bursa masih menunggu keputusan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Sampai sekarang kami masih menunggu persetujuan dari OJK mengenai e-IPO ini. Dari sisi sistem kami, ia sudah siap. Hingga saat ini belum ada perkembangan baru kecuali kita menunggu persetujuan dari OJK untuk menjalankan ini, "kata Laksono Antara, Jumat (24/4).

Program e-IPO dimaksudkan untuk mempercepat proses penawaran umum perdana dan juga menawarkan efisiensi dibandingkan dengan IPO konvensional. Namun, di tengah-tengah wabah Covid-19, e-IPO mungkin ditunda.

"Saya pikir dengan kondisi saat ini, ada kebijakan tertentu untuk menahan kebijakan baru ini," kata Laksono.

Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, ia realistis bahwa jumlah perusahaan yang terdaftar atau perusahaan baru yang terdaftar di bursa saham tahun ini tidak akan sebanyak di tahun-tahun sebelumnya. "Untuk tahun ini, kami realistis, yang telah dicatat sekarang ditambah jumlah di dalam pipa." Secara total, tidak akan seperti 2018 dan 2019 karena kondisi seperti ini, "katanya.

Pasar modal Indonesia sendiri menunjukkan bahwa masih ada pertumbuhan positif di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya adalah tingginya minat perusahaan untuk memasuki pasar modal dan mendaftarkan sahamnya di bursa.

Hingga Kamis (23/4), 26 perusahaan baru telah terdaftar di BEI. Sekitar 65 persen dari perusahaan-perusahaan ini menunjukkan tren kenaikan harga saham sejak awal IPO.

Pada periode yang sama, ada 18 perusahaan yang memasuki pipa untuk mendaftarkan saham baru. Jika 18 perusahaan benar-benar memasuki pasar, total emiten baru tahun ini dapat mencapai 44 perusahaan.

Dalam dua tahun terakhir, jumlah perusahaan yang terdaftar di bursa mencapai 57 perusahaan pada 2018 dan 55 perusahaan pada 2019. "Tentu saja kami mengharapkan semua perusahaan dalam pipa memasuki semuanya," kata Nyoman.

Dia menambahkan bahwa meskipun tahun ini jumlah perusahaan yang terdaftar di bursa kemungkinan akan lebih rendah karena pandemi, tetapi pada kuartal pertama tahun ini BEI masih merupakan bursa saham terbaik di Asia Tenggara dalam hal jumlah saham terdaftar.

"Per Maret, kami adalah yang tertinggi. Dibandingkan dengan Thailand, hanya ada dua (yaitu IPO), Malaysia dan Singapura tiga, dan Filipina belum tercatat," pungkasnya.